Sabtu, 10 Maret 2012

pelestarian hutan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Sejak zaman nenek moyang manusia, hutan telah dijadikan sebagai lahan untuk mencari nafkah hidup. Sejak itu pula telah ada kearifan lokal manusia untuk melindungi dan melestarikan hutan dan lingkungannya sehingga hutan tetap menjadi primadona penopang kehidupan mereka. Indonesia memiliki kawasan hutan yang sangat luas, dimana hampir dua pertiga luas daratan Indonesia merupakan kawasan hutan. Namun, keberadaan kawasan hutan yang luas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun pemerintah, akibat pengelolaan hutan selama ini masih bersifat timber oriented. Salah satu peran hutan yang kurang optimal dalam pemanfaatannya adalah tumbuhan obat. Di sisi lain kawasan hutan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi,termasuk pohon atau tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat.

1.2     Tujuan
Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan gagasan tentang konsep pengembangan kawasan hutan sebagai sumber bahan obat alami agar dapat mengoptimalkan kawasan hutan secara lestari.

1.3     Manfaat
Manfaat dari penulisan ini antara lain :
1.    Bagi pemerintah tulisan ini dapt menjadi masukkan dan petimbangan dalam mengambil kebijakkan.
2.    Bagi industry tulisan ini dapat digunakkan sebagai bahn pertimbangan dalam melakukan investasi.
3.    Bagi masyarat tulisan ini dapat menjadi informasi yang edukatif.

1.4     Gagasan
1.4.1 Peran Hutan Sebagai Sumber Bahan Obat Alami

    Kawasan hutan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk pohon atau tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat. Dari 40.000 jenis flora yang ada didunia sebanyak 30.000 jenis dijumpai di Indonesia dan 940 jenis diantaranya diketahui berkhasiat sebagai obat yang telah dipergunakan dalam pengobatan tradisional secara turun-temurun.

Beberapa jenis tanaman obat yang terdapat pada berbagai tipe ekosistem.
1.4.2 Konsep Pengembangan Kawasan Hutan Sebagai Sumber Bahan Obat Alami
a. Kepastian dan penyesuaian lahan

agar kawasan hutan dalam mendukung peningkatan bahan obat alami nasional dapat dimanfaatkan secara optimal, perlu dilakukan inventarisasi terhadap kawasan yang dijadikan hutan obat alami, dan perlu dipertimbangkan jenis tanaman bahan obat alami yang sesuai dengan kondisi biofisik yang ada, sehingga tumbuhan dapat tumbuh optimal,
b.Melibatkan masyarakat
Keterlibatannya masyarakat yang selama ini mempunyai interaksi yang cukup tinggi dengan kawasan hutan. Dalam hal ini, keterlibatan masyarakat hendaknya bukan hanya sebagai pelaksanaan progam tetapi dilibatkan sejak perencanaan.
c.Saran dan Prasarana
dukungan sarana dan prasarana khususnya jalan dan jembatan sangat diperlukan, terutama pada kawasan hutan yang aksesibilitasnya terbatas. Tanpa ada saran dan prasarana yang memadai, tanaman akan sulit untuk didistribusikan dan akan mendapatkan untung yang kecil akibat tingginya biaya transportasi.
d. Kebijakan
pemerintah harus mendukung dan di dorong untuk dapat mengeluarkan aturan hokum yang dapat mendukung pihak-phak yang akan mengembangkan obat-obat alami dikawasan hutan.
Kesimpulan
Inti Gagasan

Gagasan tentang pengembangan bahanobat alami di kawasan hutan ini pada dasarnya meliputi pemberian sarana edukatif mengenai potensi kawasan hutan sebagai sumber penyedia bahan obat alami, melibatkan mayarakat dalam pengolahannya, dan pengadaan srana prasarana yang mendukung dalam pengembangan obat alami.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar