Rabu, 05 November 2014

Tugas 4

Kasus

Kasus ini terjadi pada saat saya ingin hard cover penelitian ilmiah (PI) di sebuah percetakan didaerah sekitar kampus. Pada saat itu saya datang hari sabtu mungkin karena hari mendekati weekend para karyawan yang lebih dominan perempuan hanya memakai kemeja dengan jens dan berdandan yang berlebihan. Ada beberapa karyawan disana yang hanya mengobrol saja dan yang melayani saya hanya satu orang dari mulai mencatat warna cover yang saya inginkan sampai saya membayar dikasir hanya orang itu yang melayani.

Kemudian keesokan harinya ketika saya mengambil hard cover PI  ternyata warnanya tidak seperti yang  diinginkan kemudian saya complein dengan karyawan yang melayani saya, tapi dengan cetus karyawan itu tidak terima ketika saya bilang warna yang diinginkan tidak sesuai kemudian karyawan tersebut mencocokkan kode warna dengan contoh warna dibuku sambil membanting buku tersebut. Kemudian tidak lama manager percetakan tersebut keluar dari ruangan dan melihat saya yang sedang kesal, ketika manager tersebut sedang mengontrol para karyawan yang bekerja karyawan yan melayani saya hanya diam, karena saya tak ingin mencari masalah tanpa basa basi saya langsung keluar dari percetakkan itu. Lalu ketika saya lihat di nota pembayaran ada email/no telp yang tertera untuk kritik dan saran, saya pun mengirim email kritikan untuk percetakkan tersebut. Keesokkan harinya mendapat email balasan dari pusat percetakkan yang meminta maaf atas ketidaknyamanan dan pihak mereka bertanya segala hal yang berkaitan dengan masalah tersebut.

Teori
Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberikan perlindungan kepada konsumen. Pengertian konsumen sendiri adalah orang yang mengkonsumsi barang atau jasa yang tersedia dimasyarakat baik untuk digunakan sendiri ataupun oranglain dan tidak untuk diperdagangkan. Sesuai dengan pasal 3 Undang-undang Perlindungan Konsumen bertujuan untuk, yaitu :
  • Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri
  • Mengangakat derajat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkan pemakaian barang atau jasa yang negatif
  • Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan barang atau jasa dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen
  • Menciptakan sistem perlindungan yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi
  • Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan ini sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha
Meningkatkan barang atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan konsumen.
Konflik adalah suatu pertentanngan yang terjadi antara dua pihak dan masing-masing berusaha mempertahankan hidup, eksistensi, dan prisipnya.
 

Analisis

Menurut saya konsumen adalah orang atau perusahaan yang menggunakan produk/jasa dan ada pepatah mengatakan bahwa ‘pembeli adalah raja’, dari kasus diatas seharusnya karyawan tersebut berperilaku sopan kepada konsumen dan memperlakukan konsumen seperti raja bukan semena-mena sesuka hati mereka. Karena disana mereka bekerja untuk nama baik perusahaan dan perusahaan mempunyai aturan tata tertib yang wajib mereka patuhi. Jika dilihat dari UU Perlindungan konsumen saya sebagai konsumen berhak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi, atau penggantian, jika barang/jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya, dan karyawan harus mengetahui apa saja hak-hak dari konsumen yang telah diatur di undang-undang agar konsumen mendapatkan kepuasan yang maksimum.


Referensi

http://wardoyo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/39467/7-PERLINDUNGAN+KONSUMEN.ppt
ratnandoet.wordpress.com/konflik-sosial/
http://eghasyamgrint.wordpress.com/2011/05/29/pengertian-perlindungan-konsumen/
 


readmore »»  

Senin, 13 Oktober 2014

Tugas 2


1. TEORI 

Etika utilitarian adalah suatu idea atau faham dalam falsafah moral yang menekankan prinsip manfaat atau kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar. Teori utilitarian mengatakan bahwa suatu kegiatan bisnis adalah baik dilakukan jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat.


2. KASUS

Pada jaman modern saat ini hampir semua orang mempunyai telepon genggam atau handphone(HP), bahkan untuk anak muda jaman sekarang lebih panik handphone tertinggal ketimbang buku atau dompet yang tertinggal pada saat pergi. Akan tetapi apabila handphone tidak memiliki pulsa tidak akan berfungsi, maka dari itu bisnis pulsa pada saat ini sangat menjanjikan walaupun keuntungan yang tidak seberapa tetapi semua orang selalu membutuhkannya untuk komunikasi jarak jauh dan mencari informasi sama seperti beras semua orang membutuhkannya untuk di masak dan dimakan.

Disekitar rumah saya terdapat counter pulsa dimana menurut saya itu sangat membantu masyarakat sekitarnya untuk selalu berkomunikasi jarak jauh dan mencari informasi dimedia social lainnya. Mungkin keuntungan tidak seberapa akan tetapi apabila kita mengelola keuangan dari hasil penjualan pulsa itu bisa menjanjikan apalagi awal kita menjual pulsa dengan agen yang memiliki harga pulsa lebih murah, karena pada awalnya apabila seorang ingin menjual pulsa hanya butuh modal uang dan handphone. Menjual pulsa tidak hanya bisa dilakukan di lingkungan masyarakat, tetapi di tempat kerja, di teman sekolah/kuliah, bahkan saudara.


3. ANALISIS

Sebagian orang menganggap bisnis pulsa hanya bisa mendapatkan keuntungan yang sedikit, akan tetapi jika mengerti dengan bisnis ini dan menjalankannya dengan serius ini bisa menjanjikan karena semua orang membutuhkan pulsa untuk handphonenya dan kita juga bisa menjualnya dimana saja tidak hanya lingkungan sekitar rumah akan tetapi dengan catatan tidak ada yang diperbolehkan hutang agar kita dapat balik modal dengan cepat. Menurut saya bisnis ini bisa dikatakan sebagai teori Utilitarian dimana bisnis ini sekarang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat atau konsumen. 


4. DAFTAR PUSTAKA
http://sitisaiyah.blogspot.com/2013/10/teori-etika-utilitarian.html 
readmore »»  

Jumat, 03 Oktober 2014

Tugas 1

Perbedaan Pemakaman Antara daerah Lumajang  dengan Depok 

1. KASUS
Masyarakat pada umumnya masih berpegang teguh dalam melestarikan tradisi kebudayaan nenek moyangnya. Setiap daerah mempunyai cara atau tradisi berbeda-beda dalam pemakaman. Disini saya berbagi pengalaman dari daerah asal orang tua saya khusunya di daerah Lumajang yang berada di Kota Malang Jawa Timur dimana adat pemakaman disana berbeda dengan Depok tempat saya tinggal sekarang yang mayoritas orang Betawi.

Di Lumajang sana jika ada seorang yang meninggal diwajibkan bagi keluarga untuk memotong kambing atau orang jawa bilang “wedus” untuk acara tahlilan atau selamatan dimalam harinya atau apabila seorang itu belum aqiqah “wedus” itu diwajibkan untuk aqiqah, entah maksud itu untuk apa karena sudah tradisi dari nenek moyang didaerah sana walaupun dari keluarga kurang mampu tetap diwajibkan. Beda didaerah Depok tempat saya tinggal jika ada seorang yang meninggal tidak diwajibkan memotong atau menyembelih kambing karena itu merupakan dalam keadaan berduka,dan jika bisa apabila ingin mengadakan tahlil atau selamatan tidak boleh masak ditempat tinggal yang meninggal kalau bisa menggunakan tempat tinggal tetangga untuk memasak acara tahlil itu.

Kemudian di Jawa sebelum seorang itu ingin dimakamkan keluarga wajib melewati bawah keranda mayat tersebut dan salah satu orang dianjurkan membawa sapu lidi dan menyapu bawah keranda dikarenakan agar keluarga tidak mengingat lagi atau mengikhlaskan seorang yang meninggal tersebut. Berbeda dengan di Depok seorang yang meninggal setelah dikafankan lalu dimasukkan kedalam keranda segera disholatkan baru dimakamkan tidak ada ritual yang dilakukan.

2. TEORI

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

3. ANALISIS
Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa setiap daerah mempunyai beragam ritual pemakaman menurut nenek moyang masing-masing daerah dan menurut agama yang dianut seseorang itu sendiri, itu disebabkan karena Indonesia merupakan suatu negara yang memiliki beragam kebudayaan yang berbeda-beda akan tetapi meski berbeda tetap bersatu.  

4.  DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
 
readmore »»  

Selasa, 03 Juni 2014

Part III



Lanjutan dari part II berarti part III, ini soal web gunadarma terkenal dengan berbasis IT tapi kenapa setiap musim studentsite dikalangan anak gundar pasti selalu eror/bermasalah. Entahlah dimana basis IT nya sampe bermasalah tidak cepat tanggap. Misalnya lagi musim tugas soft skill juga bermasalah, entahlah kenapa studentsite selalu bermasalah disaat musimnya? Hanya gundar dan tuhan yang tau.

Web praktikum yang sering kurang jelas, awal masuk kuliah web yang lagi musim dibuka khususnya anak gundar ya kalo ngga studentsite pasti ilab. Ilab pasti selalu diliat apalagi no terminal yang harus banget diliat agar tidak salah tempat duduk. Nggak cuma itu lantai ilab juga harus diperhatiin kalo salah bisa masuk kelas lain bahkan beda tingkat.

Solusinya untuk bagian IT kerjanya yang cepet, jika program eror lekas dilakukan pengecekan agar tahu dimana terjadi kesalahan. Karena tanpa web kita akan susah mendapatkan informasi tentang perkuliahan dengan praktis.
readmore »»  

Part II



Lanjutan dipart I, cerita kedua soal fasilitas ruang kelas ini penting banget bagi saya karena jika ruang kelas tidak nyaman maka belajar pun tidak konsentrasi. Pertama soal bangku yang kurang memadai misalnya papan untuk menulis lepas, besi patah, papan untuk menulis bolong, bangku yang tidak seimbang (goyang-goyang).

Kemudian soal AC (air conditioner) penyejuk ruangan yang ini penting banget karena didalam ruang kelas mahasiswanya banyak sekitar 50 orang, jika AC rusak terpaksa buka jendela, dan buka pintu jika dilorong ada yang merokok asap rokoknya terciumlah sampai ke ruang kelas. Antara kampus dan terminal jadi beda tipis dengan udara yang panas dan pengap tanpa pengharum ruangan dan suasana belajar jadi bising akibat suara dari lorong terdengar sampai kedalam kelas.

Solusinya, cobalah meja dan bangku dibenerin, AC di service supaya kita yang bejalar dikelas merasakan kenyamanan dan menjadi lebih focus lagi jika belajar.
readmore »»  

Part I



Saya sudah 3 tahun kuliah di gunadarma banyak pengalaman di gunadarma mungkin yang pertama tentang fasilitas yang ada di gunadarma dari mulai lokasi kampus yang berbeda-beda tempat, fasilitas di dalam ruang kelas, web yang sering bermasalah, dan sarana parkir yang minim.

Pertama saya akan bahas masalah lokasi kampus yang berbeda-beda tempat, khusus untuk yang kuliah di Depok pasti mahasiswa/mahasiswinya sudah pernah merasakan atmosfir di kampus D, E, G, dan H. Merasakan lelahnya jalan bolak-balik kampus, misalnya jam ke 1-3 kita ada jadwal di kampus D yang lokasinya di Pondok Cina, kemudian jam ke 4/5 kita ada jadwal praktikum di kampus H/E yang lokasinya berada di Kelapa Dua dan jalan yang kita lewati macet parah di jalan margonda dan hasilnya telatlah kita lalu tidak diijinkan masuk oleh asisten dengan sabarnya dan lelahnya (ngos-ngosan naik tangga) mau tidak mau ikut pengulangan.

Kemudian, setelah praktikum jam ke 8 masuk kuliah dikampus G yang jalannya melalui akses kelapa dua yang harus menunggu lampu merah, dan sampe kampus dapet kelas dilantai 4. Melihat tangga saja kaki saya sudah linu apalagi harus naik kelantai 4, jika pelajaran selesai dan waktunya pulang rasanya ingin sekali memasang flying fox agar langsung tiba dibawah tanpa melewati anak tangga.
readmore »»